Catur wulan di rumah bambu

26 10 2009

Empat bulan telah kami lalui dengan perasaan yang campur aduk antara senang, suka, jengkel dan duka. Pasang surut perasaan inilah yang menjadikan kehidupan ini semakin indah saja.  Disaat teman-teman telah memiliki rumah gedongan, kami masih tinggal di rumah kayu.

Dan muncul protes dari jagoan kami supaya segera merenovasi rumah supaya bagus, miris juga sih dan pengin banget segera bisa renovasi lagi tapi apa daya belum ada materialnya jadi tidak bosan-bosannya memberi pengertian pada jagoan ini.

Namun kasih sayang diantara kami tidaklah luntur dan hilang walaupun kondisi kami masih dalam masa berjuang, ada satu kebahagiaan yang tak tergantikan ketika kedua jagoan kami berkata “ayo papa pulang ke rumah Ngijo” satu kata yang menggambarkan kerinduan akan rumah priadi yang memang masih diperjuangkan agar semakin layak huni.
Ilove you jagoan-jagoanku obey and joy.


Tindakan

Information

Tinggalkan komentar