Mengganti Kain Screen Sablon

5 11 2009

Seringkali kita mendapati kain screen kita telah lubang ataupun kotor karena seringnya dipakai. artikel berikut akan menyajikan cara untuk mengganti screen. Dengan ilustrasi foto diharapkan bisa jelas dan membantu bagi para saloner semua.


screen yang telah rusak
Peralatan yang digunakan
1. Gunting

2.Obeng minus

3. Stapler beserta isinya

4.Kain screen yang baru disesuaikan ukurannya sesuai kebutuhan

Langkah kerja
1. Kain screen dilepaskan dari bingkai kayu dengan gunting


2. Hilangkan semua bekas stapler yang masih menempel pada bingkai


3. Potong screen sesuai ukuran bingkai.

4. Pasang satu titik untuk mengunci kain, tarik berlawanan dengan bagian yang telah dikunci. Prinsipnya adalah anda menarik kuat setiap sisi screen sebelum dilekatkan menggunakan stapler. “selamat mencoba





135 (DOMISOL)

21 10 2009

Untuk pencipta lagu ini adalah kombinasi sebuah nada. Untuk ahli matematika ini adalah bilangan. Untuk tukang sablon ini adalah penolong untuk membersihkan obat afdruk yang menempel di screen. Bentuknya serbuk seberat lebih kurang 5 gram dan dilarutkan dalam 1 liter air. Pemakaiannya cukup di kuaskan secara merata diatas dua sisi screen, tunggu 15-25 menit, semprot dengan handsprayer untuk membersihkannya. Untuk yang membandel ya agak sabar dikit dikorek-korek pake kuku asal gak bolong screen nya.





SINERGI MENUJU BULOG ANDALAN KETAHANAN PANGAN BANGSA

25 05 2009

Beras merupakan komoditi utama bagi bangsa Indonesia, karena sebagian besar penduduknya masih menjadikan nasi sebagai makanan pokok. Laju pertumbuhan penduduk bangsa ini menjadikan kebutuhan akan beras semakin meningkat dari tahun ketahun. Menjadi beban tersendiri bagi pemerintah bila kebutuhan beras nasional tidak tercukupi oleh produksi nasional, dan untuk menutup kebutuhan tersebut maka dilakukan impor beras dari negeri tetangga. Impor beras akan menambah anggaran negara yang diperoleh dari pinjaman baik dari dalam ataupun dari luar negeri. Dengan kata lain hutang negara bertambah karena salah satu faktornya adalah kebutuhan beras nasional yang tidak terpenuhi.

Membahas hal ini akan menyangkut banyak instansi yang terkait, salah satunya BULOG (Badan Urusan Logistik) yang bertugas melaksanakan tugas umum pemerintah dan pembangunan dibidang manajemen logistik melalui pengelolaan persediaan, distribusi, pengendalian harga beras, dan usaha jasa logistik sesuai peraturan perundang-undangan, namun berdasarkan kajian yang telah dilakukan, dalam perkembangannya BULOG diubah menjadi PERUM BULOG dengan harapan BULOG tetap dapat melaksanakan tugas publik yang dibebankan pemerintah terutama dalam pengamanan harga dasar pembelian gabah pendistribusian beras untuk masyarakat miskin yang rawan pangan, pemupukan stok nasional untuk keperluan publik menghadapi keadaan darurat dan kepentingan publik lainnya dalam upaya mengendalikan gejolak harga. Perum BULOG juga memberikan kontribusi operasionalnya kepada masyarakat sebagai salah satu pelaku ekonomi dengan melaksanakan fungsi usaha yang tidak bertentangan dengan hukum dan kaidah transparansi (http://www.bulog.co.id).  Bila BULOG tumbuh menjadi badan usaha yang sehat banyak manfaat yang bisa diambil oleh bangsa ini. Peran strategis BULOG bila di dukung dengan kebijakan yang tepat dan perangkat hukum yang jelas bagi sepak terjang BULOG dalam menjalankan tugasnya menjadikan BULOG tidak hanya sebuah lumbung untuk menyimpan beras saja.

Bila dilihat dari jabaran fungsi BULOG ada beberapa peluang yang dapat diciptakan dalam usaha untuk memastikan ketersediaan pangan dan mensejahterakan rakyat. Rakyat yang diuntungkan bukan hanya petani saja tetapi seluruh komponen usaha dan konsumen. Peluang tersebut adalah :
1.Perum BULOG diberi kewenangan untuk mengatur harga beli gabah petani.
2.Perum BULOG diberi kewenangan untuk menjual beras pada konsumen.
3.Perum BULOG diberi kewenangan untuk memupuk stok beras.
Dua buah peluang ini bila dimaksimalkan dalam pelaksanaannya akan menjadikan Perum BULOG bukan hanya sekedar menjadi lumbung beras namun akan dapat membawa Perum BULOG menjadi badan usaha negara yang mensejahterakan rakyat.

Kewenangan untuk mengatur harga beli gabah menghasilkan suatu iklim usaha yang baik bagi petani, dalam hal ini Perum BULOG dapat menjadi kepanjangan tangan negara untuk mensejahterakan rakyat petani dan menghindarkan petani dari praktik ijon dan permainan harga para tengkulak. Perum BULOG dapat menetapkan standard gabah yang akan diterima beserta harganya, dan dalam penerimaan gabah ini hendaknya Perum BULOG  menerima seluruh gabah petani dalam keadaan apapun. Model klasifikasi gabah dapat dilaksanakan sebagai upaya untuk menyaring gabah para petani. Gabah super dibeli dengan harga yang paling tinggi, gabah standard dibeli dengan harga standard dan gabah yang buruk kualitasnya dibeli dengan harga yang rendah. Harga yang paling rendah hendaknya bisa menutup lebih dari separo kerugian petani, sehingga petanipun tidak megalami kerugian yang besar sehingga tidak dapat melaksanakan penanaman lagi. Titik lemah sistem ini adalah bila tengkulak memberi harga yang lebih tinggi dari standard yang ditetapkan Perum BULOG sehingga petani yang memiliki gabah yang bagus akan menjual gabahnya kepada tengkulak, sehingga Perum BULOG hanya mendapat gabah yang buruk kualitasnya. Hal ini wajar terjadi dimana produsen akan mencari tempat yang mau menerima produknya dengan harga tinggi.  Beberapa hal dapat dilakukan Perum BULOG untuk dapat menjaga ketersediaan beras dengan mutu yang baik salah satunya adalah dengan mengadakan kerjasama dengan para kelompok tani, kelompok tani binaan Perum BULOG menjual hasil panennya kepada BULOG dengan imbal balik edukasi teknik bertani ataupun pinjaman pembelian benih dan pupuk. Kerja sama dengan KUD juga dapat dilakukan untuk menjaga ketersediaan gabah. Hal ini memungkinkan dilakukan karena status Perum BULOG yang merupakan badan usaha.

Kewenangan Perum BULOG untuk menjual beras kepada konsumen merupakan salah satu kesempatan bagi pemerintah untuk melindungi rakyat dari tingginya harga beras. Sekarang ini masyarakat hanya tahu kalau beras dari BULOG terkesan murah dan tidak enak. Hal ini harus menjai cambuk bagi Perum BULOG untuk dapat menyediakan beras berkualitas baikdengan harga terjangkau.

Kewenangan untuk memupuk stok beras merupakan kesempatan yang dapat dipakai dalam upaya mensejahterakan rakyat. Ketika stok melimpah Perum BULOG mampu menampung limpahan stok sehingga harga gabah dan beras tidak jatuh demikian sebaliknya bila stok beras menipis Perum BULOG dapat menggelontor pasar dengan berasnya sehingga harga beras relatif stabil. Pada saatnya nanti ketersedian dan kebutuhan beras menjadi seimbang bahkan ketersediaan beras melimpah ekspor beras dapat dilakukan, tentunya hal ini akan menambah pendapatan negara.
Untuk mewujudkan semua hal tersebut Perum BULOG dituntut untuk mampu menjadi lembaga yang efisien, efektif, transparan sehingga mampu melayani kepentingan publik secara memuaskan. Dari sisi internal Perum BULOG perlu menyempurnakan sistem kerja yang ada meliputi kebijakan dan sistem pengawasan. Kebijakan yang tepat dan berpihak pada rakyat merupakan hal yang dinantikan masyarakat, perbaikan sistem pengawasan aparatur Perum BULOG dalam menjalankan tugasnya dapat menekan terjadinya penyimpangan yang merugikan semua pihak. Perum BULOG dengan posisi yang strategis membutuhkan aparat pegawai yang jujur, bersih dan konsisten dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Dari sisi ekternal Perum BULOG perlu didukung dengan stabilitas politik, kebijakan pemerintah yang berpihak rakyat dan perangkat hukum yang jelas. Perum BULOG bukan milik partai yang berkuasa atau sekumpulan partai dengan tujuannya masing-masing. Netralitas dan kemandirian Perum BULOG dalam menjalankan fungsi penting untuk dijaga.

Kerjasama yang baik antara Perum BULOG dan instansi yang berkaitan dengan produksi dan distribusi beras sangat diperlukan. Tata niaga yang baik dan adil tanpa adanya produksi yang baik dan benar  akan menyebabkan tidak bergunanya tata niaga yang ada. Langkah sinergi tersebut diantaranya edukasi yang benar mengenai tataniaga komoditi pangan khususnya beras. Edukasi diperlukan sebagai langkah untuk mengubah pola pikir dan pandangan masyarakat tentang keberadaan Perum BULOG beserta seluruh aktifitas yang dilakukan. Disampig untuk merehabilitasi  pandangan masyarakat, edukasi juga diperlukan untuk menggugah masyarakat khususnya petani padi untuk menjual hasil produknya ke Perum BULOG juga para konsumen untuk menggunakan beras produksi Perum BULOG. Selain edukasi Perum BULOG sebagai kepanjangan tangan pemerintah tentu memiliki posisi tawar yang tinggi untuk dapat mengusulkan pengurangan pengalihan fungsi lahan. Pengalihan fungsi lahan sawah menjadi perumahan atau industri akan semakin menekan produksi beras nasional. Selain pengalihan fungsi lahan perlu diusulkan untuk membuka lahan pertanian baru di tempat yang sesuai peruntukannya. Perbaikan infrastruktur jalan merupakan pekerjaan tersendiri oleh pihak terkait namun berpengaruh pada kinerja Perum BULOG. Jalan yang baik akan memperlancar proses distribusi, dengan lancarnya proses distribusi akan menekan pengeluaran biaya distribusi yang pada ujungnya juga menekan harga jual kepada konsumen. Langkah-langkah tadi nerupakan sinergi yang saling terkait dan berjalan seiring karena saling mempengaruhi. Perum BULOG tidak akan berfungsi dengan baik bila sinergi antar instansi tidak terwujud.

Gabah yang terbeli dengan harga yang layak, beras berkualitas baik yang terbeli dengan harga terjangkau adalah mimpi bagi kita semua masyarakat Indonesia saat ini. Jawaban atas mimpi tersebut ada pada Perum BULOG yang dikelola efektif, efisien, transparan dengan dukungan semua pihak.





Contoh Hasil Sablon Murni Karya Siswa 07/08

7 05 2009

Kaos yang pertama buatan kelompok Timothy

Kaos yang kedua ini dibuat oleh kelompok Peter

Kaos yang terakhir dibuat oleh kelompok Stephanie

dari 9 kelompok  kita melihat 3 kelompok berhasil dengan baik. Kelompok lain terkendala oleh kotornya screen, rumitnya desain, jadi untuk pemula desain yang rumit tidak disarankan.





Proses Teknik Sablon

1 04 2008

Dalam dunia cetak mencetak, teknik cetak sablon dapat di katagorikan ke dalam kegiatan cetak mencetak manual, sedangkan yang menggunakan mesin di sebut dengan istilah offset. Adapun alat dan bahan yang diperlukan dalam teknik cetak sablon adalah sebagai berikut.

Alat
Sebelum melakukan proses teknik sablon adapun alat-alat yang perlu dipersiapkan sebagai berikut

  • Screen atau kain gasa adalah alat untuk mencetak gambar pada benda yang akan disablon. Kain ini berpori-pori sangat halus sehingga menyerupai kain sutra. Lubang pori-pori pada kain ini berfungsi menyaring dan menentukan jumlah tinta yang keluar. Kerapatan lubang pori-pori kain ini di bagi tiga macam, yaitu screen kasar, cocok untuk media yang menyerap banyak air, seperti kaos. Nomor kerapatanya antara 48 T- 90T ( T = Thick , satuan kerapatan dan ketebalan benang-benang screen ). Screen sedang, cocok untuk benda yang tidak menyerap banyak air seperti, kertas dan kulit imitasi, nomor kerapatannya antara 120 T – 150T. Screen halus, cocok untuk benda yang tidak menyerap air seperti plastik, kaca, mika dan barang pecah belah lainya.
  • Rakel merupakan alat bantu untuk menerapkan cat sablon yang digunakan pada screen. Rakel ini umumnya di buat dengan bahan sintetik seperti Polyrethane atau Polyviyl. Bahan ini cukup kuat dan tahan akan kelembaban udara sehingga akan lebih awet. Adapun jenis rakel sesuai fungsinya seperti rakel lunak untuk yang memerlukan banyak tinta, rakel keras untuk hasil yang detil dan halus. Bentuk ujung rakel pun ada beberapa jenis, seperti rakel tumpul. rakel bulat, rakel lancip, rakel lancip ujung datar, rakel miring dan rakel kotak.
  • Meja digunakan sebagai alas atau dasar dari benda yang akan disablon
  • Kipas angin sebagai alat penunjang di perlukan untuk membantu mempercepat pengeringan lapisan afdruk pada proses pembuatan klise, Alat ini dapat digantikan dengan hairdryer , hairdryer akan membantu lebih cepat ketimbang kipas angin karena selain dengan angin Hairdryer juga memanaskan sehingga proses pengeringan akan lebih cepat.
  • Handspray/Penyemprot air ini diperlukan untuk membersihkan model gambar atau film pada screen yang telah di afdruk.

Bahan Pracetak

Digunakan untuk keperluan sablon adalah zat kimia yang di gunakan untuk pembuatan film. Adapun bahannya sebagai berikut

  • Larutan afdruk merupakan cairan emulsi dan sintizer(bahan peka cahaya) perbandingan campuran kedua bahan ini adalah 9 : 1 . contoh beberapa produk bahan afdruk yang berada di pasaran antara lain Ulano, Photosol, Autosol, Cromalin dan Uno
  • Krim deterjen ini digunakan sebagai bahan peluruh sisa-sisa cat dan tinta yang masih tertinggal pada screen .
  • Kaporit atau bahan pemutih di gunakan untuk menghapus lapisan afdruk setelah scren rampung di gunakan.
  • Secren laquer cairan ini digunakan untuk mengkoreksi hasil afdruk film pada secren. Jika ada bagian yang bocor digunakan cairan ini untuk menambal.
  • Perekat sintetik seperti lakban di gunakan utuk menutup daerah non image area. Yang bocor pada screen.

Bahan Cetak

Bahan cetak yang dimaksud disini adalah tinta sablon dan pengencer. Tinta sablon digunakan sebagai materi pokok pembentuk gambar pada sasaran atau media yang akan disablon. Pengencer digunakan untuk pencampur tinta agar kekentalan dapat disesuaikan. Adapun jenis tintanya sebagai berikut:

Jenis Tinta Berdasarkan Pengecer

  • Tinta yang berbasiskan air disebut dengan tinta Water Base, artinya jika mencetak dengan tinta ini di encerkan atau dicampur dengan air. Sedangkan dengan tinta yang berbasis minyak disebut Tinta Solvant Base, yaitu tinta yang memakai minyak sebagai pengencernya.

Jenis Tinta Berdasarkan Aplikasinya

  • Jenis tinta berdasarkan ke gunaannya dapat dibagi menjadi dua yakni tinta tekstil dan non tekstil. Untuk tinta tekstil ini kembali dibagi menjadi beberapa bagian yakni tinta timbul dan tidak timbul, jika tinta timbul di gunakan pada hasil cetakannya akan terasa menonjol sedangkan untuk tinta tidak timbul akan terasa rata jika diraba. Sedangkan tinta non tekstil ada beberapa jenis seperti tinta kertas, tinta untuk plastik, tinta kulit, tinta kaca, tinta logam dan tinta kayu. Macam macam tinta non tekstil memiliki sifat yang berbeda sesuai fungsi benda yang menjadi media cetak sablon.

Proses Cetak Sablon
Ada pun tahapan –tahapan yang harus dilalui dalam proses cetak sablon. adalah.

  • Pembuatan Desain d

Dalam memulai sesuatu tentunya harus memiliki rancangan atau desain. Ini untuk memudahkan dalam pembuatanya. Desain ini berupa gambar ataupun text yang menjadi pola cetak sablon. desain cetak sablon ini dapat dibuat dengan manual ataupun digital. Untuk desain manual biasanya menggunakan tinta hitam pekat digambar menggunkan tangan di atas kertas kalkir, ketentuan dalam desain adalah kepekatan tinta dalam gambar harus merata. Sedangkan jika menggunakan desain digital dapat dibuat di komputer dengan menggunakan software grafis seperti Photoshop, atau Corel Draw, hasil olahan gambar ini kemudian di Print di atas kertas kalkir dengan warna hitam putih. Adapun alternatif lain untuk mengganti kertas kalkir dengan memakai kertas HVS tetapi setelah gambar selesai harus di oleskan minyak kelapa, ini berfungsi memberikan agar sinar dapat masuk lewat kertas yang bening pada proses pengafdrukan

  • Proses afdruk Film ( Eksposing)

Proses afdruk Film adalah proses pemindahan gambar model ke screen dengan menggunakan cahaya ultra violet. Bahan yang dipergunakan adalah larutan emulsi dan sensitizer. Proses afdruk dimulai dari melarutkan cairan emulsi dengan sensitizer dengan perbandingan 9:1 yang kemudian dioleskan secara merata pada kain screen. Kemudian kain screen di keringkan dengan memakai kipas angin atau hairdryer, pada proses ini dilakukan diruang gelap untuk menghindari sinar UV membakar lapisan afdruk, karena jikan kena sinar UV dapat diyakinkan proses ini akan gagal. Setelah proses pengerigan awal ini selesai di lanjutkan proses penyinaran dengan menutup dengan film atau desain yang telah kita buat dengan kertas kalkir tadi. Diatas film diidi dengan kaca agar film tidak bergeser pada waktu penyinaran, dan pada bagian belakang secren disis dengan spon dan kain berwarna gelap untuk menguragi atau meredam sinar UV. Setelah + 1 menit screen di basahi dengan air, pada proses ini disebut dengan proses pengembangan, setelah dibasahi dengan air dan larutan kimianya telah bersih dibiarkan sesaat sebelum dibersihkan dengan mengunakan hairspray. Hairsepray ini berguna untuk merapikan dan membersihkan dari sisa-sisa larutan afdruk pada bagian Image area, proses selanjutnya adalah mengkoreksi gambar dengan secren laquer untuk menutup Image area yang tidak diinginkan menjadi non Image area. Proses terakhir dalam mengafdruk filam adalah penyinaran akhir untuk finishing, setelah film selesai di afdruk dan di koreksi dibiarkan kering sebelum digunakan.


  • Menyablon

Persiapan dalam proses penyablonan adalah pemasangan secren pada media, seteah secren terpasang dengan tepat barulah mulai dengan proses pemulasan cat, dalam proses pewarnaan diusahakan untuk mendahulukan warna terang yang berlajut ke warna gelap, setelah cat dipulaskan secara merata dengan rakel secren kemudian di angkat dan hasilnya di keringkan sebelm melajutkan kewarna lainya.





Sablon

1 04 2008
  • Teknik sablon adalah salah satu bagian dari ilmu grafika terapan yang bersifat praktis. Teknik sablon dilakukan untuk mencetak berbagai media iklan visual seperti, kertas, kain, plat dan media yang lain yang tidak mengandung air. Cetak sablon digunakan untuk melakukan reproduksi desain, seperti kartu nama, kartu undangan, T’shirt, stiker dan lain-lain. dengan kuantitas lebih dari satu untuk menghasilkan hasil yang serupa.
  • Cetak sablon atau cetak saring ini telah lama dikenal dan digunakan oleh bangsa Jepang sejak Tahun 1664. Ketika itu dikembangkan oleh Miyasaki dan Zisukeo Mirose dalam mencetak beraneka motif Kimono. Penggunaan teknik sablon dalam Kimono ini dilatar belakangi oleh kebijakan Kaisar Jepang yang melarang penggunaan kimono bermotif tulis tangan. Pasalnya Kaisar Jepang sangat prihatin dengan tingginya harga kimono yang bermotif tulis tangan yang beredar di pasaran. Hingga mulai saat itu kimono yang menggunakan motif dari cetak sablon mulai banyak digunakan oleh masyarakat Jepang. Akan tetapi cetak sablon pada saat itu belum berkebang dengan baik karena pengunaan kain gasa atau Screen belum di kenal. Pada saat itu penyablonan masih menggunakan teknik pencapan atau menggunakan model cetakan yang sering disebut dengan mal.
  • Pada tahun 1907, seorang pria berkebangsaan Inggris bernama Samuel Simon, mengembangkan teknik sablon menggunakan chiffon sebagai pola cetakan. Chiffon merupakan bahan rajut yang terbuat dari benang sutra halus. Bahan rajut inilah sebagai cikal bakal kain gasa yang di kenal sekarang ini. Menyablon dengan cara ini adalah tinta yang akan dicetak akan dialirkan melaui kain gasa atau kain saring, sehingga gambar yang akan tercetak akan mengikuti pola gambar yang ada pada kain saring tersebut. Inilah sebabnya sehingga menyablon dengan teknik tersebut di sebut dengan silk screen printing yang berarti mencetak dengan kain saring sutra
  • Istilah teknik cetak saring ini tidak begitu dikenal di Indonesia. Istilah yang lebih populer yang dipakai di Indonesia adalah cetak sablon yang berasal dari bahasa Belanda, yakni schablon. Kata ini berakulturasi sehingga menjadi bahasa serapan dan bermetamorfosis menjadi sablon. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata sablon didefinisiskan sebagai pola berdesain yang dapat dilukis berdasarkan contoh.




Mencetak

1 04 2008

Sejarah

Grafika bagian penting dalam peradaban manusia, kata grafika berasal dari bahasa Yunani ( graphos = huruf atau lambang). Bidang usahanya disebut perusahaan grafika, antara lain meliputi bidang-bidang : perancang grafis/desain grafis, biro iklan, penerbit, refro, percetakan, penjilidan, pembuatan amplop, varnish dan laminating. Grafika bagaikan catatan bagi perkembangan peradaban manusia dimuka bumi ini, dimana tatkala manusia mulai berkeinginan berkomunikasi melalui bahasa tulisan, pesan yang disampaikan adalah berupa gambar yang disebut pictographic (Hidayat Tapran. 2006:1). Dalam perkembangannya pictographic dirasa kurang akurat untuk peng-artianya. Kemudian berkembang menjadi logogram yang berupa lambang dimana setiap lambang berarti satu kata. Kemudian logogram berkembang dengan bentuk yang berubah dan jumlah yang bertambah sehingga peng-artianya lebih akurat, sebutanya berubah lagi menjadi Ideografh yang kemudian menjadi bahasa tulisan diantaranya seperti di Cina, India, dan Mesir.
Abad ke 4 sampai abad ke 5 dimana tulisan dan rancangan grafis maju pesat. Media yang dipakai pada saat itu adalah tanah liat, batu, kayu sutra dan lontar (papyrus) dan perkamen kertas yang terbuat dari kulit. Penemuan teknik cetak penduflikasian yang pertama adalah Cina pada Tahun 870 dengan huruf lepas. Kemudian di Korea dengan huruf lepas dari metal Tahun 1403. Tahun 1440 Johannes Gutenberg dalam mencetak buku ia mengembangkan teknik cetak letterpress dengan huruf lepas yang di buat dari timah. Teknik cetak ini lalu dikenal sebagai teknik cetak boek druck. Zaman itu kemudian dikenal sebagai era baru komunikasi. Dalam proses cetaknya, teknologi cetak dengan acuan cetak permanen terbagi menjadi dua jenis yaitu : cetak langsung dari acuan ke bahan yang dicetak yang dikenal dengan dengan directprinting dan cetak melalui prantara yang dikenal indirectprinting atau cetak offset. Secara harfiah off mempunyai arti antara dan sett artinya cetak. Sehinga Offset dapat diartikan teknik cetak yang dalam prosesnya menggunakan antara atau bisa dibilang cetak tidak langsung. Selain itu, ada beberapa kalangan yang menyebutkan offset sama dengan settoff yang diartikan menular (Hidayat Tapran. 2006 :21).

Dikutip dan diedit seperlunya dari

http://su-art1.com/artikel_tinjauan%20_cetak_opset.html





Untungnya buka usaha sablon

17 03 2008

Bisnis sablon memang cukup menguntungkan, apalagi musim pilkada/ kampaye parpol (kaos partai, bendera partai dll) dan tahun ajaran baru (kaos olah raga, topi, badge, name tag) taon ajaran baru akhir2 ini. Orderan bakal dapat banyak, keuntungan juga akan semakin berlipat.
SABLON KAOS.
Anggap saja kita udah memiliki usaha sablon yang cukup berkembang dikenal di masyarakat. Kalau ada pelanggan yang ingin membuat sablon kaos partai ke tempat kita walau kita tidak bisa membuat kaos lebih baik diterima saja. Pembuatan kaos partai dialihkan ke relasi/partner kita yang sudah buka usaha konveksi. Tentunya kita harus mengenal baik kualitas dan kepercayaan partner kita. Setelah kaos sudah diproses setengah jadi, kita baru bisa mulai menyablonnya.
Order sablon kaos partai misalnya sejumlah 500 buah kaos (bisa lebih banyak). Kalau kita memasang harga Rp 1000,- per kaos (untuk sablon 3 warna dengan ukuran standar), maka pendapatan kotornya sebanyak Rp 500.000,-. Total biaya yang kita keluarkan sebanyak Rp 300.000,- (beli tinta sablon, setting film, uang capek, dsb), maka kita bakal dapet penghasilan bersih Rp 200.000,-.
Anggap aja rata-rata per bulan kita dapet orderan hingga 3000 buah kaos dari satu partai, dengan harga yang sama, maka per bulan kita dapatkan penghasilan bersih sekitar Rp 1.200.000,-!!! Hitung sendiri berapa penghasilan tahunannya! ”Dan perlu diingat anda sudah memberkati orang lain karena anda pasti butuh pembantu untuk mengerjakannya dan butuh orang konveksi untuk menjahit, dalam hal ini anda sudah menjadi penggerak ekonomi negara.”


SABLON KARTU UNDANGAN.
Anda tidak perlu khawatir kehabisan pangsa pasar selama masih ada orang menikah, banyak orang yang memerlukan kartu undangan yang terbaik bagi mereka (tergantung pada dana yang ada juga tentunya). Dari memilih model, warna, ukuran, harga, hingga konsep tulisan kartu undangannya. Beda model tentunya beda harga. Tapi di artikel ini biar lebih mudah menguraikannya, kita ambil contoh kartu undangan seharga rata2 Rp 1200,- (bisa lebih dan bisa kurang).

Orang membuat kartu undangan pasti sangat banyak, bahkan bisa ribuan (karena saudaranya banyak). Misalnya pelanggan memesan kartu undangan sebanyak 800 lembar dengan harga Rp 1.200,- maka penghasilan kotor kita yaitu Rp 960.000,-. Kalau kita sudah mengeluarkan biaya total Rp 500.000,- kita bakal memperoleh pendapatan bersih sebanyak Rp 460.000,-. Itu baru sekali order dari satu pasang pengantin. Bila kita bisa mempunyai lebih banyak pelanggan dan relasi yang loyal, maka penghasilan yang kita dapat bisa lebih banyak. Maka rajin-rajinlahlah berpromosi, juga menjaga kualitas layanan + produk yang kita buat tentunya.
Selamat mencoba bisnis sablon yaa….

Fakta : ”Selama orang masih butuh pakaian; Bisnis penjualan pakaian pernah redup”
Bisnis-bisnis yang mengambil pilihan menyediakan produk kebutuhan pokok masyarakat banyak digemari pebisnis sebab sifatnya yang selalu mendapat tempat. Bukan hanya bisnis makanan, bisnis penjualan pakaian pun tampak semakin berkembang dari waktu ke waktu. Bila berjalan-jalan ke mall atau pusat perbelanjaan sejenis, coba perhatikan sebagian besar pusat perbelanjaan paling banyak diisi oleh toko-toko yang menjual perlengkapan pakaian. Lama tidak berkunjung kemudian berjalan-jalan ke mall yang sama, tidak jarang ditemui semakin bertambahnya toko dan kios yang menjual pakaian.
Fenomena itu belum sepenuhnya menggambarkan betapa gurihnya bisnis pakaian. Berbisnis di dunia yang satu ini juga banyak yang ditekuni pebisnis dengan membangun distro, rumah butik, factory outlet bahkan saat ini banyak pebisnis yang menjajakan dagangan pakaian secara online di internet. Diantara mereka ada yang mencoba mulai dari skala kecil, ada pula yang langsung skala menengah ataupun besar.
Sesuai peluang pasarnya yang besar, bisnis berjualan pakaian yang dibangun lebih banyak menawarkan produk pakaian untuk wanita dengan trend dan mode sesuai pasar yang dituju.
Selain ada pula pebisnis yang membidik pasar khusus seperti pakaian anak, pakaian big size, dan sebagainya.
Banyak jenis pasar bisa dibidik dalam bisnis berjualan pakaian. Anda bisa memulai sebuah bisnis penjualan pakaian yang dirasa tepat untuk dijalani. Hanya saja untuk mulai melangkah tentu saja banyak hal harus dipersiapkan dengan matang. Diantaranya, menentukan target pasar yang akan dibidik dalam penawaran produk bisnis. Hal ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui produk apa yang harus disediakan serta bagaimana pelayanan diberikan.
Usaha penjualan pakaian akan dirintis dengan bisnis offline (dijajakan di toko atau ada tempatnya) tentu saja tempat tersebut harus dekat dengan target pasar yang dibidik.
Langkah selanjutnya, carilah informasi tentang supplier yang pas untuk bisnis yang akan dibangun. Bukan hanya masalah harga, namun juga kualitas serta layanan penjualan yang memang pebisnis butuhkan.
Kalo bisnis sudah mulai dijalankan, promosi adalah hal pertama yang dibutuhkan agar bisnis Anda dikenal pasar. Untuk tahap awal mungkin pasar yang bisa digarap masih sebatas kenalan, teman, atau pejalan kaki yang tidak sengaja berkunjung dan membeli dagangan. Namun untuk memperluas pasar tidak ada salahnya merangkul pasar lebih banyak melalui alat promosi murah meriah seperti brosur, iklan gratis di internet, dan lebih baik lagi jika promosi dari mulut ke mulut sebab kepuasan yang didapatkan pelanggan ketika berbelanja di tempat pebisnis.
Trend bisnis pakaian tidak ada matinya. Yang mungkin berubah hanyalah trend produk yang ataupun pelayanan. Bila berbicara tentang margin keuntungan yang pastinya ditunggu-tunggu pebisnis biasanya tergantung jenis pakaian, tempat menjual dan juga pasar yang membeli.

Membangun bisnis sablon kaos Tshirt
Bisnis ini memang punya peluang yang baik. Masih banyak orang yang menjadikan T-shirt sebagai cendera mata atau pakaian kasual yang memang cocok untuk iklim negara kita. Mari kita belajar dari pebisnis yang berhasil dalam bidang ini. Sebut saja Dagadu dari Yogya, Joger dari Bali dan C-59 dari Bandung. Salah satu keberhasilan mereka adalah karena mereka memiliki desain yang orisinil dan khas!
Jadi, kunci sukses dalam bisnis sablon kaos ini adalah desain. Dan saya percaya anda semua punya modal untuk itu, karena secara sederhana desain adalah kreativitas. Nah, ciptakan desain-desain yang baik dan unik agar menempati posisi yang baik di mata konsumen.
Ini penting jika anda memang ingin membangun brand atau merek sendiri.
Tentu amat berbeda jika untuk ’sekadar’ membuat sablon kaos biasa. Desain menjadi tidak penting karena desain dapat diambil dari mana saja. Contohnya, nama klub dan logo sepak bola dari Liga Italia, Liga Inggris, atau Liga Indonesia, merek-merek terkenal, atau sablon kaos untuk kepentingan instansi atau sekolah.
Desain kaos yang ‘biasa’ ini memang banyak diperjualbelikan di pasar atau toko mana saja karena sifatnya yang umum. Risikonya harus bertarung dengan yang lain, apalagi harga kaos seperti ini bisa dibawah 20 ribu rupiah. Anda harus membuatnya dalam jumlah banyak agar skala ekonomis terpenuhi.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah mutu, baik mutu kaos maupun mutu pengerjaan sablonnya. Desain yang bagus kalau dikerjakan dengan ceroboh tentu akan merusak hasil yang diharapkan. Pengetahuan cara menyablon memang harus dikuasai.


Untuk mempersingkat learning curve (kurva pengetahuan) dan bisnis Anda, Anda dapat melakukannya dengan menerima tukang sablon yang berpengalaman bekerja pada bisnis Anda. Dengan cara seperti ini, bisnis Anda dapat cepat terwujud.
Pusat grosir mungkin bisa dikunjungi untuk mencari kaosnya, peralatan sablon bisa ditanyakan di toko atau tukang sablon yang telah ada. Masukkan ini ke dalam bagian riset pasar Anda.
Setelah desain ada, produknya jadi, tentu pasarnya yang kita tuju. Bagaimana strateginya? Secara ringkas, untuk produk sablon yang ‘biasa’ tentu Anda harus memiliki distributor yang banyak di setiap pasar, toko bahkan kakilima untuk memasarkannya. Juga hubungan yang baik dengan instansi atau sekolah yang memerlukan seragam olahraga atau acara dengan memberikan proposal dan harga yang rasional.

Untuk desain kaos dengan merek sendiri, tentu lebih khusus lagi. Memiliki toko sendiri atau gerai tersendiri di department store tertentu atau butik-butik tertentu akan mendongkrak citra produk Anda. Harga kaos Anda pun dapat sedikit di atas rata-rata. Penempatan lokasi jual produk juga harus Anda perhatikan. Dekatkan dengan konsumen yang hendak Anda tuju

Disadur dari artikel

Teori screen printing

http://wilystra2007.multiply.com/reviews/item/4





Teori screen printing

17 03 2008

Screen Printing yaitu cara pencapan/mencetak yang dapat menarik keuntungan sebesar-besarnya dengan mempergunakan alat-alat yang serba sederhana.

Keuntungan dari Screen Printing ialah bahwa dengan alat-alat yang cukup sederhana (tanpa mesin) kita dapat mencetak di atas:


a. Plastik, misalnya:
Untuk bungkus etiket-etiket, roti, kopi, kaos, pakaian, vetsin, tas-tas kantongan, dll.
b. kain yang tidak luntur, misalnya:
vandal, badge, kain polos putih diberi motif/gambar.
c. semua kertas, misalnya:
poster-poster, kotak-kotak radio, kotak accu, kotak mie, dsb.
d. seng, misalnya:
kaleng cat, kaleng minyak kelapa, kaleng afdunner, tutup botol kecap, limun, dll.
e. kulit dan imitasi kulit, misalnya:
tas-tas, sepatu, dsb.
f. kayu, misalnya:
tripleks, hardboard, dll.
g. Karet, misalnya
Karet bumper mobil, sepeda motor, dsb.
h. Kaca, misalnya:
Gelas dan lain2.
i. Dan lain-lainnya lagi. Kita dapat mencetak pada hampir semua benda yang padat.

Kesimpulan sementara yang dapat ditarik bahwa screen printing itu adalah usaha yang sangat menguntungkan berhubung lapangan usaha luas sekali dan alat-alat yang dipergunakan sederhana.

Mengenal peralatan sablon
Sebelum kita tau tentang teknis proses menyablon, lebih dahulu kita kudu kenal beberapa peralatan dan perlengkapan yang penting dalam sablon.

Peralatan inti yang kita butuhin beserta penjelasannya.
1. Film sablon. bisa dikatakan model gambar/desain/tulisan yang bakal kita tuangkan dalam obyek sablon (kaos, kertas, plastik, karton, dsb. Film ini dibikin melalui desain komputer yang diprint menggunakan tinta laser (sebenarnya menggunakan tinta printer biasa bisa saja, tapihasilnya kurang bagus/tajam). Desain sablon dibuat menggunakan program Corel,Adobe.

2. Screen (baca: skrin), media yang digunakan untuk mengantarkan tinta sablon ke obyek sablon. Bentuknya balok yang disusun persegi empat kemudian dipasang kain khusus. Ukurannya bermacam-macam, misalnya ada screen yang berukuran 30×40cm, 20×30 cm, hingga ada screen ukuran “raksasa” yang biasa dipakai untuk membuat spanduk.
3. Rakel. Digunakan untuk mengkuaskan tinta sablon yang ada di Screen supaya tercipta gambar di obyek sablon. Bahannya dari karet yang diberi pegangan kayu memanjang.
4. Tinta sablon. Bermacam-macam jenis dan nama tinta bergantung dari sablon apa yang kita buat. Perlu setiap media sablon memerlukan tinta sablon khusus untuk bahan kaos saja ada banyak macam tinta yang bisa kita pergunakan, ada tinta sablon kaos yang bisa bikin timbul setelah kita setrika.
5. Cairan-cairan pencampur/ sinteser. Digunakan untuk mencampurkan tinta agar sesuai dengan tingkat kekentalan warnanya. cairan bisa berupa M3, M3 Super, tinner, minyak tanah, dan sebagainya.
6. Meja sablon. kita membutuhkan meja sablon untuk meletakkan obyek sablonan. Meja sablon ini terbuat dari rangka besi atau kayu. Di bagian atas adalah kaca transparan, dan dibawahnya diletakkan lampu neon agar bisa terlihat jelas saat menyablon.
7. Hair dryer. Jangan dikira alat ini hanya dipakai di salon saja. Hair dryer berguna untuk mengeringkan sablon, apalagi pada saat musim hujan yang jarang ada sinar matahari terik.
8. Lampu Neon, diletakkan di bawah kaca meja yang ditempel dengan rangka besi ataupun kayu. Lampu neon bila disusun dalam aturan tertentu dapat digunakan untuk menggantikan fungsi matahari dalam membuat film sablon.
9. Tempat penjemuran. Ini bisa berupa kayu panjang berukuran 1,5 meter untuk tempat menjemur kaos yang sudah disablon agar cepat kering. Jumlahnya tergantung banyaknya kaos yang disablon. Peran sinar matahari terik sangat dibutuhkan agar proses pengeringan lebih cepat.
10. Beberapa peralatan pendukung. Seringnya kita lebih banyak membutuhkan beberapa peralatan pendukung agar menyablon lebih mudah dan cepat. Banyak perlatan yng kadang tak terpikirkan malah bisa membantu proses menyablon ini.

Disadur dari artikel

Teori screen printing

http://wilystra2007.multiply.com/reviews/item/4





Persiapan membuat sablon

17 03 2008

Secara garis besar percetakan dibagi menjadi 4 bagian yaitu: Cetak Datar, Cetak Dalam, Cetak Tinggi dan Cetak Saring. Cetak sablon termasuk bagian cetak saring, karena menggunakan alat cetak “Screen”/”Screen Printing”.
Mengerjakan sablon tidak sulit dan tidak memakan biaya besar, cukup hanya menyediakan peralatan seperti:
1. Screen (kain gasa terbuat dari Polyster/Nylon)
2. Rakel (alat sapu terbuat dari karet sintetis)
3. Obat Afdruk (cairan kental/emilsion)
4. Mika (alat pemoles obat afdruk)
5. Sinar Matahari/Kotak Lampu (penyinaran saat mengafdruk)
6. Busa (untuk mengepress film pada screen)
7. Semprotan Air (pengembang gambar hasil afdruk)
8. Meja Sablon
9. Tinta/Cat (khusus sablon)

Ada 3 aspek tehnik sablon:

pertama, Tehnik membuat film sablon,

kedua, tehnik mengafdruk screen,

ketiga, tehnik sablon segala dasar.

Dengan memahami ketiga dasar tersebut, maka anda sudah bisa memulai pekerjaan cetak sablon yang bisa menghasilkan pendapatan tambahan atau pun menjadikan sebagai pekerjaan tetap.
Hasil sablon yang baik sangat ditentukan oleh jenis Screen yang digunakan. sebagai contoh: Untuk menyablon kaos/kain maka screen yang cocok digunakan adalah screen yang berpori-pori kasar dengan type screen T48, T54, T61, T77 dan T90.
Untuk menyablon kertas, plastik, sticker,PVC dll, screen yang cocok digunakan adalah jenis screen sedang dan halus dengan type screen T120, T150, T165, S180 dan S200.
Sedangkan untuk sablon gambar “full colour” raster halus dan sparasi menggunakan type screen S180 dan S200 (nilai screen semakin besar maka kerapatannya semakin tinggi)

Tehnik membuat film
Film sablon adalah sebuah gambar/tulisan yang dibuat dengan manual atau di setting komputer. Film tersebut merupakan “master” yang akan digunakan dalam keperluan cetak sablon. Tanpa film ini pengerjaan sablon tidak dapat dilakukan.
Ada dua syarat dalam pembuatan film sablon yaitu:
Pertama bahan dasar harus berwarna bening atau trasparan,

kedua, gambar atau tulisan harus berwarna hitam pekat.

Ada 4 jenis film sablon:
1. Film Repro
Film ini banyak digunakan oleh kalangan profesional sablon karena kwalitasnya sangat bagus untuk menghasilkan afdrukan yang sempurna. Pembuatan film ini menggunakan mesin pembuat repro hasilnya lebih trasparan dan lebih hitam pekat.
2. Film Kalkir
Pembuatan film ini cukup praktis, dengan mengeprint dari komputer dengan kertas kalkir atau difotocopy dengan kertas kalkir.
3. Film Minyak
Film ini cukup digemari karena berbiaya murah dan praktis. cukup dengan melumuru kertas dengan minyak goreng kemudian dikeringkan.
4. Film Kertas Potong
Biasanya film ini dipergunakan untuk membuat cetakan sablon spanduk karena media cetaknya cukup besar, bahan filmnya terbuat dari kertas potong. Proses pembuatannya cukup sederhana: kertas yang sudah dibuat tulisan/gambar langsung di potong dengan pisau cutter sehinggan tiap-tiap huruf/gambar berlubang.
Untuk membuat cetakan sablon berwarna, buatlah film sebanyak warna yang dikehendaki mengikut pola gambar.

Tehnik mengafdruk screen
Proses pengafdrukan merupakan proses yang sangat penting dan menetukan bagi hasil sebuah pekerjaan sablon. Bila hasil afdrukannya baik maka besar kemungkinan akan bagus hasil sablonannya.
Apa itu Afdruk Screen?…………..
Afdruk adalah sebuah proses penduplikasian dari gambar/tulisan film ke dalam screen. apapun gambar/tulisan yang ada pada film akan terlihat sama pada screen setelah melalui proses pengafdrukan.
ada dua cara mengafdruk screen:
1. Dengan Matahari
2. Dengan kotak Lampu Neon
Cara kerja kedua cara tersebut sama saja yaitu mengexpose (menyinari) yang telah dipolesi dengan obat afdruk “emulsion” untuk menimbulkan gambar/tulisan ke screen melalui pencahayaan.
Ada 2 macam emulsion yang digunakan untuk mengafdruk screen, pertama jenis solven untuk jenis non kain dan jenis Water Base untuk sablon kain/kaos.
Ada 9 langkah mengafdruk screen:
1. Mencampur Emulsion (obat Afdruk) dan SR/ cairan kuning yang ada dalam kemasan Emulsion. Obat yang sudah dicampur dengan cairan kuning tidak bisa disimpan lama, oleh sebab itu pergunakan secukupnya. Tuangkan Emulsion kedalam wadah kemudian masukan cairan kuning/SR 1:9, aduk hingga benar-benar menyatu.
2. Memoles screen secara merata dengan Emulsion yang telah diaduk dengan SR. Pastikan Screen bersih, kering dan bebas abu. oleskan screen dengan menggunakan Mika, lakukan pemolesan dengan rata pada bagian luar dan dalam screen, tidak boleh ketebalan atau ketipisan dalam pemolesan Emulsion di screen.
3. Mengeringakan screen diruangan tertutup atau gelap. pengeringan boleh dengan Hair Dryer, kipas angin. Peringatan!!! proses ini hanya dilakukan dalam ruangan tertutup yang gelap, jika terkena sinar cahaya terang akan mengakibatkan gagalnya pengafdrukan.

4. Jika sudah kering (masih tetap dalam ruangan tertutup), letakkan film diatas screen secara terbalik. Lapiskan dengan kaca bening, dibawah screen diberi busa (sesuai besar ukuran screen) lalu tekan dan jemur di ruangan terbuka (tersinar matahari) selama 5-20 detik tergantung teriknya matahari, ingat jangan terlalu lama karena akan berakibat gagal afdruk.
5. Proses pengafdrukan dengan menggunakan kotak lampu neon juga sama seperti diatas. Penyinaran menggunakan lampu hendaknya harus benar-benar terang. Gunakan lampu neon/TL 3-4 batang minimal 20 watt/ batang. penyinaran dilakuakan diatas kotak lampu yang dilapisi kaca setebal 5 milimeter, lamanya penyinaran berkisar 5-8 menit.
6. Selanjutnya adalah pengembangan gambar dari hasil penyinaran. Caranya screen yang sudah di sinari matahari atau lampu segera disiram dengan air bersih dala dan luar screen, untuk menyempurnakan diperlukan semprotan air agar gambar/tulisan lebih jelas terlihat. Dalam penyemprotan awal tidak boleh terlalu keras.
7. Setelah pencucian screen dianggap selesai maka screen harus dijemur diterik matahari hingga benar-benar kering.
8. Jika dalam proses pengafdrukan ada kecacatan sedikit (tidak mengganggu gambar atau tulisan, maka proses selanjutnya adalah penambalan dengan sisa Emulsion dan dikeringkan kembali.
9. Proses selanjutnya adalah finising, priksa sekali lagi jangan sampai ada kebocoran di screen. Agar tidak belepotan dalam pengerjaan sablon, tutuplah pinggir-pinggir screen (kayu didalam) dengan Lakban, hal ini juga untuk mengantisipasi kebocoran pada ujung-ujung kayu screen.


Screen yang sudah diafdruk sebaiknya diberi penguat agar tidak mudah rontok, dengan menggunakan HATEMITER/EXTRA FIX (cairan warna merah muda). Poles seluruh permukaan screen dengan penguat tersebut, kemudian keringkan.


Rawatlah screen dengan baik karena sangat rentan terhadap kotoran seperti pasir dan debu. Jauhkan screen dari jangkauan anak-anak, karena bukan mainan anak-anak. Apabila selesai digunakan, sebaiknya langsung dibersihkan minimal bagian gambar/tulisan agar tidak
tersumbat.

Sablon bahan dasar kain
Menyablon berbahan dasar kain cukup dengan menempelkan screen diatas kain/kaos/spanduk, cukup dengan satu atau dua kali gesutan rakel. Gunakan screen dengan type rendah T48, T54 untuk menghasilkan sablonan yang baik.
Penggunaan cat untuk dasar kain pada dasarnya berwarna putih kental, lalu menjadi berwarna apa saja dengan ditambahkan bahan pewarna “PIGMENT” kedalam cat tersebut. Agar hasil sablonan pada kain tahan lama, campurkan sedikit cairan “PENGUAT WARNA” pada cat yang sudah dicampur dengan pewarna.
Untuk penyablonan kaos/kain sebaiknya menggunakan alas papan triplex pada bagian dalamnya agar cat tidak tembus kebelakang. Hasil sablonan dapat diberi efek mengkilap dengan cara menyablon sekali lagi (gambar/tulisan sablon yang sudah ada) dengan screen yang sama menggunakan bahan TOP COUT.
Sablon timbul pada kertas
Dengan menggunakan “BUBUK TIMBUL”, kita dapat menghasilkan sablon timbul pada kertas dengan cara:
Kertas yang sudah disablon (masih dalam keadaan basah) ditaburi dengan bubuk timbul secara merata. kemudian dikeringkan dengan menggunakan strika (jangan terlalu panas) dengan membalikan kertas tersebut diatas bantalan busa, kemudian press dengan strika.

Sablon bahan dasar plastic
Pada perinsipnya menyablon apapun adalah sama saja cara pengerjaannya, dari pembuatan film, mengafdruk sampai mencetak dengan screen. Hanya harus diperhatikan adalah perbedaan jenis screen dan catnya, hal ini tidak boleh tertukar !!!
SABLON PLASTIK
Untuk menyablon berbahan dasar plastik gunakanlah screen type menengah T150 atau T165, sedangkan cat menggunakan jenis POLYTUF atau POLYMATE, tergantung jenis plastik yang digunakan.
Sebagai contoh: jenis plastik bening biasanya menggunakan cat jenis POLYTUF dengan pengencer TERPINE. Sedangkan untuk plastik buram/PVC/ember/gayung dll menggunakan jenis POLYMATE dengan pengencer M4.
Dari kedua jenis tersebut banyak tukang sablon menggunakan cat jenis POLYMATE dengan pengencer M4, dengan alasan jenis cat tersebut cukup baik digunakan untuk kedua bahan dasar plastik tersebut.
Menyablon plastik cukup rumit, harus berlangsung dengan cepat dan stabil. Sering sekali screen yang digunakan cepat kering dan mampet sehingga harus dibersihkan (digosok) berulang-ulang dengan menggunakan kain bersih yang di basahi dengan pengencer.
Untuk mengatasi masalah tersebut, anda harus mengatur tempo penyablonan secara konsisten dalam kecepatan menyablon. Menyablon plastik harus cepat dan tidak boleh berlama-lama.

Sablon bahan dasar kertas
Menyablon berbahan dasar kertas, jenis screen yang digunakan adalah type menengah keatas seperti T150, T165, S180 dan S200 agar hasil sablonanya menjadi halus dan bagus.
Cat yang digunakan adalah Vinil Gloss dengan pengencer M3 atau dengan menggunakan pengencer FUJISOL.
Untuk pengafdrukan gunakan obat afdruk yang berbasis SOLVEN atau berbasis minyak.

Pembuatan corak pada screen
Pada tulisan kali ini, saya akan menulis cara membuat corak pada Screen.
Teknik membuat corak/design pada gasa dari Screen ini ada beberapa cara, yaitu:
1.
Cara penggambaran langsung (direct painting methode).
2. Cara pemotongan (cut put methode).
3. Cara “PROFILM”.
4. Cara Resist.
5. Cara Photo-copy.

Sebelumnya, tentu kita kudu bikin corak pada pada kertas. Bisa saja kita membuat design pake Corel lalu kita print (bisa dengan tinta hitam saja, ataupun berwarna). Setelah pekerjaan selesai, baru kita menentukan cara apa yang akan dipakai untuk memindahkan corak/gambar ke Screen.

Misalnya, kita memilih cara pemotongan (cut put methode). cara ini adalah yang mudah, dan cara ini bisa dilakukan untuk corak-corak yang besar dan tidak banyak variasinya. Sebagai bahan digunakan kertas tipis yang tembus cahaya dan silet/pisau/gunting sebagai alatnya.
Ambilah sehelai kertas tipis (yang tembus cahaya), yang ukurannya lebih besar sedikit dari ukuran dalam rangka Screen, lalu dilapisi dengan larutan sirlak dengan spiritus atau larutan Arabische gom dalam air, yang tipis tapi rata, terus dikeringkan.
Selanjutnya, kertas tersebut diletakkan di atas gambar corak yang udah kita print, dan corak-corak yang warnanya sama digambar pada kertas tersebut pake pensil. Kemudian kertas yang telah digambari kita potong-potong pake silet, sehinga merupakan gambar yang berlubang. Demikian juga wat warna-warna yang lain dikerjakan, sehingga memperoleh satu gambar berlubang untuk tiap warna.
Pekerjaan terakhir ialah melekatkan gambar berlubang tersebut pada gasa Screen dengan menempelkan permukaan gambar yang ada lapisan sirlak atau gom Arabische menghadap ke gasa Screen bagian luar. Selanjutnya untuk gambar yang dilapisi sirlak disetrika dari bagian yang tidak ada lapisan sirlaknya, sambil ditekan sampai gambar melekat betul pada gasa.
Setelah selesai pekerjaan tersebut, bagian dalam dari Screen kita lapisi dengan lak yang tahan terhadap obat-obat kimia yang terdapat dalam tinta pencapan dengan memakai kapas atawa kain yang lunak, dibasahi setengah basah dengan pelarut tersebut, kemudian digosok-gosokkan, sampai lubang menjadi bersih. Untuk mencegah Screen bocor, hendaknya sebelah pinggir dekat rangka dilapisi pula dengan Screen-laquer dari bagian luar atau dilapisi dengan kertas kraft keempat sisi dekat pingir rangka. Selanjutnya dikeringkan, dan setelah kering Screen tersebut siap untuk disablonkan.Mudah, tapi rumit…

Disadur dari artikel

Teori screen printing

http://wilystra2007.multiply.com/reviews/item/4