Mencetak

Sejarah

Grafika bagian penting dalam peradaban manusia, kata grafika berasal dari bahasa Yunani ( graphos = huruf atau lambang). Bidang usahanya disebut perusahaan grafika, antara lain meliputi bidang-bidang : perancang grafis/desain grafis, biro iklan, penerbit, refro, percetakan, penjilidan, pembuatan amplop, varnish dan laminating. Grafika bagaikan catatan bagi perkembangan peradaban manusia dimuka bumi ini, dimana tatkala manusia mulai berkeinginan berkomunikasi melalui bahasa tulisan, pesan yang disampaikan adalah berupa gambar yang disebut pictographic (Hidayat Tapran. 2006:1). Dalam perkembangannya pictographic dirasa kurang akurat untuk peng-artianya. Kemudian berkembang menjadi logogram yang berupa lambang dimana setiap lambang berarti satu kata. Kemudian logogram berkembang dengan bentuk yang berubah dan jumlah yang bertambah sehingga peng-artianya lebih akurat, sebutanya berubah lagi menjadi Ideografh yang kemudian menjadi bahasa tulisan diantaranya seperti di Cina, India, dan Mesir.
Abad ke 4 sampai abad ke 5 dimana tulisan dan rancangan grafis maju pesat. Media yang dipakai pada saat itu adalah tanah liat, batu, kayu sutra dan lontar (papyrus) dan perkamen kertas yang terbuat dari kulit. Penemuan teknik cetak penduflikasian yang pertama adalah Cina pada Tahun 870 dengan huruf lepas. Kemudian di Korea dengan huruf lepas dari metal Tahun 1403. Tahun 1440 Johannes Gutenberg dalam mencetak buku ia mengembangkan teknik cetak letterpress dengan huruf lepas yang di buat dari timah. Teknik cetak ini lalu dikenal sebagai teknik cetak boek druck. Zaman itu kemudian dikenal sebagai era baru komunikasi. Dalam proses cetaknya, teknologi cetak dengan acuan cetak permanen terbagi menjadi dua jenis yaitu : cetak langsung dari acuan ke bahan yang dicetak yang dikenal dengan dengan directprinting dan cetak melalui prantara yang dikenal indirectprinting atau cetak offset. Secara harfiah off mempunyai arti antara dan sett artinya cetak. Sehinga Offset dapat diartikan teknik cetak yang dalam prosesnya menggunakan antara atau bisa dibilang cetak tidak langsung. Selain itu, ada beberapa kalangan yang menyebutkan offset sama dengan settoff yang diartikan menular (Hidayat Tapran. 2006 :21).

Dikutip dan diedit seperlunya dari

http://su-art1.com/artikel_tinjauan%20_cetak_opset.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s