Perjuangan “Yatim ” untuk mendapat pengakuan

Nasib mobil nasional diibaratkan anak “yatim” hampir tiada kiprah bapak yang menaunginya dan membimbing perkembangannya.Namun banyak kisah juga yang menceritakan bagaimana anak yatim tetap berhasil bertahan hidup bahkan sukses dalam hidupnya, yang lebih mulia lagi anak tersebut tetap berbakti kepada “bapaknya” yang notabene telah menelantarkannya.

Menjadi harapan pula bagi nasib mobnas yang identik dengan anak yatim, semoga perkembangannya dalam segala keterbatasannya dapat bertahan hidup dan bahkan sukses menjadi tuan rumah di rumah sendiri memberikan kebanggan bagi “bapaknya”.
Namun harapan tinggalah harapan, lantas bagaimana kita seharusnya…

Melihat dari dekat beberapa jenis mobnas yang ada, baik yang dikembangkan oleh perusahaan ataupun oleh dunia pendidikan masih berkutat pada perakitannya saja sedangkan mesin sebagian masih hasil
cangkokan dari mesin-mesin yang ada ataupun didatangkan dari negeri lain. Hal ini dimaklumi juga karena untuk industri yang baru mulai jelas akan menjadi kendala bila harus menyediakan semua komponen 100% sekaligus. Butuh investasi yang sangat besar tentunya.
Namun apa yang sudah dilakukan ini perlu diapresiasi sebagai suatu langkah besar untuk mewujudkan pemikiran-pemikian dan idealisme yang ada berkenaan dengan industri otomotif di negeri ini.
Dengan mengesampingkan peran “bapak” nya marilah “kita” masyarakat sebagai lingkungan bagi anak “yatim” (industri otomotif nasional-red)ini, menjadi pendukung bagi perkembangan industri otomotif ditanah air ini. Walau kita sebagai lingkungan pasti juga melihat banyak kelemahan dari industri otomotif dan produknya saat ini.
Namun langkah nyata dalam mendukung perkembangan industri otomotif nasional harus tetap diberikan.
Langkah nyata apa yang perlu dilakukan oleh “kita” masyarakat sebagai lingkungan tempat tumbuh kembang industri otomotif nasional:
1. Dimulai dari diri kita secara pribadi untuk tidak alergi menggunakan produk-produk dari industri otomotif nasional ini. Ketika kita menggunakan produk otomotif nasional, berarti kita sudah memberikan “kail” bagi industri otomotif nasional untuk dapat mengembangkan dirinya. Contoh paling kongkrit bukti kita menggunakan produk otomotif nasional adalah dengan membeli produknya, kalau kita tidak sanggup membelinya, hal yang dapat kita lakukan adalah menggunakan produk turunan dari industri otomotif nasional, semisal menggunakan taksi/ angkutan umum yang armadanya menggunakan mobil nasional.Langkah yang kecil tentunya kalau hanya menggunakan produk turunan, namun jangan abaikan langkah kecil tersebut karena merupakan sinergi yang tentunya akan dapat membuat industri otomotif nasional bertahan hidup dan bahkan akan berkembang bergerak maju.
2. memberikan kritik yang membangun, karena banyak kelemahan yang masih melekat diperlukan evaluasi untuk dapat menjadi data bagi pengembangan produk-produk selanjutnya. Tanpa kritik menjadikan tidak
mawas diri, terlalu banyak kritik mematikan semangat, kritik yang seimbang disertai dengan konsistensi menggunakan produk otomotif nasional itulah yang membangun keberadaan produk otomotif nasional ini.
Dua hal tersebut diatas adalah hal yang mendesak yang perlu kita lakukan bersama dalam mendukung perkembangan produk-produk mobil nasional tadi.
Mesin Tawon
Apapun yang terjadi dengan segala keruwetan birokrasi, namun bila kita sebagai lingkungan mendukung dengan tetap konsisten menggunakan produk-produk otomotif nasional beserta produk turunannya niscaya kemajuan yang akan kita dapat dan kebanggan atas industri yang kuat dalam bertahan dan pesat berkembang.

galeri pameran mobnas di solo

One thought on “Perjuangan “Yatim ” untuk mendapat pengakuan”

  1. Kebijakan positif pemerintah tentu sangat dibutuhkan untuk mengembangkan mobnas. Di negeri punya segudang insinyur, ahli madya, dan lulusan stm otomotif yang handal untuk. Asal pemerintah tidak terlalu berpihak kepada perusahaan besar (dan itu dari negara lain), insya 4JJ1 akan tercapai cita-cita menghasilkan mobnas yang bersaing dengan mobil dari Jepang, Korea, dan Eropa, apalagi hanya mobnas Malaysia. Bahkan kalau itu ditambah dengan sikap positif masyarakat Indonesia kepada mobnas.
    🙂 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s